jangan biarkan ada yang KOSONG
Tampilkan postingan dengan label Haura dan Khansa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Haura dan Khansa. Tampilkan semua postingan
19/11/13
19/05/13
"Pileuleuyan pileuleuyan
Sapu nyere pegat simpay
Pileuleuyan pileuleuyan
Paturay patepang deui"
"Saya pikir, makna dewasa itu bisa saja berbeda-beda, tergantung persepsi orang-orangnya. Tapi maaf, saya kecewa dengan makna dewasa yang bertolakbelakang dengan apa yang biasanya saya dengar. Mungkin apa yang biasa saya dengar itu salah atau bisa jadi saya yang salah. Saya harap implikasi dari makna dewasa yang saya masih ragu itu bukan mematahkan satu lidi dari ikatan sapu lidi, melainkan bersamangat dan selalu bergerak bersama lidi yang lain agar terus bermanfaat, sekalipun lidi itu tidak bertuan.."
Akulah yang paling manja diantara kalian
Merengak pada Tuhan untuk selalu dikuatkan talinya
Aku juga yang paling merasa bersalah saat dulu, sekarang, dan mungkin nanti
Membenturkan hati ini pada sesuatu yang pekat, hitam, dan kasar
Mungkin itu terlalu melambat, tapi bukankah yang tergesa-gesa itu datangnya dari syaitan? Terlalu kejamkah bila aku bilang ini sebuah proses yang perlu kita nikmati? Proses yang akan terus membuat kita kuat.. Proses yang membuat kita banyak belajar tanpa harus berguru pada seonggok nyawa.. Proses yang membuat kita yakin bahwa kita memang berkumpul karena jodoh..
"Saya paham bahwa ketegasan ini sama sekali tidak ada pada diri ini. Bisakah kalian yang melengkapi ini tanpa harus mengancam?"
Aku yang terlalu banyak berimajinasi dengan khayalan, sepertinya..
Aku coba hapus perlahan mimpi-mimpi itu dengan terus mengingatnya..
Bantu aku dengan tamparan setiap pekannya agar aku sadar..
Boleh dari kamu dengan diamnya atau dari kamu dengan tangisnya..
Allah.. Allah.. Allah..
Mungkin kita yang terlalu spesial..
dan
Mereka yang sangat spesial bagiku..
Sapu nyere pegat simpay
Pileuleuyan pileuleuyan
Paturay patepang deui"
"Saya pikir, makna dewasa itu bisa saja berbeda-beda, tergantung persepsi orang-orangnya. Tapi maaf, saya kecewa dengan makna dewasa yang bertolakbelakang dengan apa yang biasanya saya dengar. Mungkin apa yang biasa saya dengar itu salah atau bisa jadi saya yang salah. Saya harap implikasi dari makna dewasa yang saya masih ragu itu bukan mematahkan satu lidi dari ikatan sapu lidi, melainkan bersamangat dan selalu bergerak bersama lidi yang lain agar terus bermanfaat, sekalipun lidi itu tidak bertuan.."
Akulah yang paling manja diantara kalian
Merengak pada Tuhan untuk selalu dikuatkan talinya
Aku juga yang paling merasa bersalah saat dulu, sekarang, dan mungkin nanti
Membenturkan hati ini pada sesuatu yang pekat, hitam, dan kasar
Mungkin itu terlalu melambat, tapi bukankah yang tergesa-gesa itu datangnya dari syaitan? Terlalu kejamkah bila aku bilang ini sebuah proses yang perlu kita nikmati? Proses yang akan terus membuat kita kuat.. Proses yang membuat kita banyak belajar tanpa harus berguru pada seonggok nyawa.. Proses yang membuat kita yakin bahwa kita memang berkumpul karena jodoh..
"Saya paham bahwa ketegasan ini sama sekali tidak ada pada diri ini. Bisakah kalian yang melengkapi ini tanpa harus mengancam?"
Aku yang terlalu banyak berimajinasi dengan khayalan, sepertinya..
Aku coba hapus perlahan mimpi-mimpi itu dengan terus mengingatnya..
Bantu aku dengan tamparan setiap pekannya agar aku sadar..
Boleh dari kamu dengan diamnya atau dari kamu dengan tangisnya..
Allah.. Allah.. Allah..
Mungkin kita yang terlalu spesial..
dan
Mereka yang sangat spesial bagiku..
09/06/12
Utuh
Utuh
Utuh
Lingkaran ini utuh
Akan selamanya utuh
Karena apa?
Karena kesedihan
Karena kebahagiaan
Menjadi sebuah syukur
Dan menjadi sebuah keputusan
Untuk kita
Kita yang UTUH
Utuh
Utuh
Lingkaran ini utuh
Akan selamanya utuh
Karena apa?
Karena kesedihan
Karena kebahagiaan
Menjadi sebuah syukur
Dan menjadi sebuah keputusan
Untuk kita
Kita yang UTUH
25/03/12
Tomcat hinggap di suatu masa
Kelam, suram, pada waktu malam
Mungkin ia hanya hinggap untuk beristirahat
Mengambil sebuah cerita dari negeri seberang
Kami mengerti
Wataknya yang tak bisa ditebak
Membuat pipi ini merah merona
Tomcat mendadak terkenal
Kami menoleh untuk melihat hinggapan lain
Wajah lesu yang jiwanya terombang-ambing
Tak menentu ke arah kemana ia bermain
Merasa di dunia ini tak ada rona Saing
Hey!
Lihat layar lebar yang ada di atas kepalanya
Lagi, sebuah lingkaran yang masih dipertanyakan
Membuatnya bahagia. Sangat bahagia
Namun kini,
Perlahan sisi lingkaran mulai keropos
Mulai menghilang tanpa izin
Dan dia mulai gila
Hati kami terpanggil karenanya
Namun kaki ini seperti kaku
Dia berteriak dalam videonya
Datanglah sosok "guru",
Atau biasa kami panggil "teman"
Mengusap kepalanya dengan lembut
Menggenggam tangannya dengan erat
Namun saat itu pun sang sosok benar-benar menghilang
Kami terpaku
Mengingat dua kata yang telah jadi sorotan
Mungkinkah ini sudah masanya?
Sebuah masa yang disebut..
Krisis mentor
Dia terdiam dalam tanya,
Kemana sosok itu akan pergi?
Sebentar atau lama?
Akan kembali atau tidak?
Mengingatnya atau tidak?
Ingat janjinya atau tidak?
Akan memenuhi amanahnya atau tidak?
Akan pergi bersama izinnya atau tidak?
Dia tertunduk lesu
Terus bertanya tanpa mencari jawabannya
Kami ingin menjawabnya,
Benar-benar ingin menjawab dari semua pertanyaannya
Duhai, manusia
Sosok itu akan datang kembali walau berbeda generasi
Dan sosok itu takkan pernah mati
Walau wajah ini akan berbeda kelak
Namun untaian kata yang terucap akan sama
Kami menyayangimu, wahai manusia
Kami akan menggantikan "guru" dan "teman"mu
Yang mungkin pergi untuk amanah lain
Ya, AMANAH LAIN
Kami terbang untuk meninggalkannya sejenak
Memanggil para "malaikat" untuk sejalan
Untuk memetik sebuah bunga kebahagiaan
Ingin bahagia bersama kami?
Ikuti kami,
Di jalan dakwah-Nya
Kami pun kembali bersama berjuta "malaikat"
Dia mulai merasakan kehadiran kami
Perlahan menghampiri
Sejak hari ini,
Sebuah amanah mengalir dalam tubuh kami
Kelam, suram, pada waktu malam
Mungkin ia hanya hinggap untuk beristirahat
Mengambil sebuah cerita dari negeri seberang
Kami mengerti
Wataknya yang tak bisa ditebak
Membuat pipi ini merah merona
Tomcat mendadak terkenal
Kami menoleh untuk melihat hinggapan lain
Wajah lesu yang jiwanya terombang-ambing
Tak menentu ke arah kemana ia bermain
Merasa di dunia ini tak ada rona Saing
Hey!
Lihat layar lebar yang ada di atas kepalanya
Lagi, sebuah lingkaran yang masih dipertanyakan
Membuatnya bahagia. Sangat bahagia
Namun kini,
Perlahan sisi lingkaran mulai keropos
Mulai menghilang tanpa izin
Dan dia mulai gila
Hati kami terpanggil karenanya
Namun kaki ini seperti kaku
Dia berteriak dalam videonya
Datanglah sosok "guru",
Atau biasa kami panggil "teman"
Mengusap kepalanya dengan lembut
Menggenggam tangannya dengan erat
Namun saat itu pun sang sosok benar-benar menghilang
Kami terpaku
Mengingat dua kata yang telah jadi sorotan
Mungkinkah ini sudah masanya?
Sebuah masa yang disebut..
Krisis mentor
Dia terdiam dalam tanya,
Kemana sosok itu akan pergi?
Sebentar atau lama?
Akan kembali atau tidak?
Mengingatnya atau tidak?
Ingat janjinya atau tidak?
Akan memenuhi amanahnya atau tidak?
Akan pergi bersama izinnya atau tidak?
Dia tertunduk lesu
Terus bertanya tanpa mencari jawabannya
Kami ingin menjawabnya,
Benar-benar ingin menjawab dari semua pertanyaannya
Duhai, manusia
Sosok itu akan datang kembali walau berbeda generasi
Dan sosok itu takkan pernah mati
Walau wajah ini akan berbeda kelak
Namun untaian kata yang terucap akan sama
Kami menyayangimu, wahai manusia
Kami akan menggantikan "guru" dan "teman"mu
Yang mungkin pergi untuk amanah lain
Ya, AMANAH LAIN
Kami terbang untuk meninggalkannya sejenak
Memanggil para "malaikat" untuk sejalan
Untuk memetik sebuah bunga kebahagiaan
Ingin bahagia bersama kami?
Ikuti kami,
Di jalan dakwah-Nya
Kami pun kembali bersama berjuta "malaikat"
Dia mulai merasakan kehadiran kami
Perlahan menghampiri
Sejak hari ini,
Sebuah amanah mengalir dalam tubuh kami
22/03/12
Gudang kesetiaan tak berjarak antar ruang
Getar bibir ini tak pernah berhenti, di sana
Kami menikmatinya bersama mereka, girang
Seribu cara ku coba melepas menatap
Hati ini sudah terlanjur tertinggal di jendela
Tempat biasa ku menanam harap
Aku rela hangus di makan kotornya lantai
Kami berusaha menghapus segala debu yang tak berdosa
Bersama mereka, aku melahap habis sore hari
Aku melihat titik terang sebuah pembinaan remaja
Saksikanlah, duhai Sang Rabbi
Kami menghapus air mata ini di rumah-Mu
"Mentoring? Mau, dooong!"
14/06/11

Satu tahun bukanlah sekejap waktu dalam tarikan nafas
Aku mencoba menyatukan kepingan hati ini pada mereka
Sangat perlahan karena aku takut untuk sakit
Dalam darah-darah kami sudah mengalir
Aromanya menghangatkan hati-hati kami
Terlalu lembut untuk di sentuh
Terlalu dalam untuk di renggut
Mereka memandang, membuka tira-tirai relung ini
Membiarkan aku berjalan di tengah-tengah mereka
Mata-mata itu tersenyum menghormatiku
Dengan segenap takut, aku berhenti di sisimu
Aku memanggilnya
Duhai yang terkasih
Tersungkur keimanan ini melihat kekecewaan
Menangis dalam luka di tengah riak hujan
Berhentilah mengejar waktu mundur
Bukankah kebahagiaan ini sudah dalam genggaman?
Sembilan bidadari
Mereka memanggilnya HAURA
Bersama satu ibu peri
Mereka memanggilnya KHANSA
Sulit dilupakan dan takkan terlupakan
"Hal yang paling ku benci adalah ketika mereka tidak menyadari bahwa aku sangat mencintai mereka karena Allah"
Langganan:
Postingan (Atom)
Teman Lila
:)(:
"Opera kehidupan..
Sebuah permainan kecil..
Di bawah tangan Tuhan..
Kau dan aku..
Boneka tersempurna milik-Nya.."
Welcome to my blog :D
Categories
- Sahabat (33)
- Melihat (24)
- Inikah Aku? (22)
- Nyata (22)
- Halusinasi (20)
- Belajar Dakwah (13)
- Re : Sosokmu dalam Ingatanku (10)
- Kado Terindah (7)
- Haura dan Khansa (6)
- Tugas Kuliah (1)
Popular Posts
-
"Jadikan cinta itu indah dihatimu, karena cinta bisa seindah yang kau mau" Sahabat gue ngirim sepenggal kalimat itu, gue yakin b...
-
Genap hari ini umur gue berkurang. Wah, berasa kematian semakin semangat untuk mendekat. Tiap do'a yang beterbangan karena hari lahir gu...
-
pesan itu merayap ke pendengaranku mengancam pada hati yang akan mati kalau saja tak pecah, maka mungkin akan berlubang karena dosa-dosa ...
-
Mereka tidak asal melangkah Mereka tau tujuan hidupnya Mereka tau berjuang dengan siapa Dan mereka tau waktu yang tepat Kakinya tak ber...
-
Pernahkah bibir ini kelu karena muaknya sejauh mata memandang? Dan biarkan masa lalu menghantui proses pendewasaan Lihatlah kepalan tangan...
-
- permintaan dari temen untuk di posting - ketika cinta memohon untuk tak saling berjumpa | ketika itu pula | cinta akan lahir kembali den...
-
Aku tak peduli pada kelupaan lara Terimakasih pada barisan kekacauan
-
Dalam ruang waktu hampa Senyum palsu itu hadir Dan menemaniku Juga menghibur dalam semu Bersama semua peri kecil Ku melayang tanpa arah Tapi... -
Mereke berkata, kau menungguku di ambang daun pintu yang terbuka sedikit Menanti kehadiranku yang baru pergi sejak malam sebelum kau terpej...
-
Nada pilu kepakkan sayapnya Menyeret sebuah sejarah Akan alamku yang gundah Alam yang tak berdosa Langit seakan merenung Hutan seakan bersuj...
Labels
Diberdayakan oleh Blogger.

