Tampilkan postingan dengan label Kado Terindah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kado Terindah. Tampilkan semua postingan

17/12/15

Pernahkah bibir ini kelu karena muaknya sejauh mata memandang?
Dan biarkan masa lalu menghantui proses pendewasaan
Lihatlah kepalan tangan yang siap menghancurkan masa depan orang lain
Bahkan sampai salam dan senyuman tak mampu memudarkan amarah dalam jiwa

08/10/14

Bismillah..
Kali ini saya tergugah untuk menceritakan pengalaman sebuah tugas luar biasa. Semoga ketika pembaca mendapatkan tugas yang sama, sudah tidak bingung lagi harus ngapain :)



#KisahKoin
Di awal perkuliahan semester 5 ini, singkat cerita, ummi bercerita sambil menggenggam beberapa dompet kecil yang terdengar suara adu uang receh.
"Ummi punya uang Rp 300.000. Semuanya ummi tuker dengan uang 1000-an koin yang baru. Setiap dompet ini, ada uang sejumlah Rp 50.000. Dari 6 dompet, ummi bagi-bagi, ya. 2 untuk Abi, 2 untuk Ummi, 1 untuk Lila, dan 1 untuk Olan. Ini udah jadi hak milik masing-masing, pemiliknya lebih tau fungsinya untuk apa uang receh ini. Nih..."

05/06/14

Pelindung itu,
Ya. Dia ramah pada bingkisan lama
Ketika sendiri,
Dia tak menyimpannya
Lamunan petang pun tak buatnya seperti batu
Ah.. Bingkisan lama itu aku

Cerita singkat ini tentang si adik yang sekarang badannya lebih besar dari badan saya, Olan. Yap, saya kadang bingung harus memanggilnya kakak atau adik, karena justru dia yang melindungi-merawat-mengurus saya. Tapi dibalik itu semua, masih tersimpan rasa manja yang tidak bisa ia tutupi di waktu-waktu tertentu.

06/05/14

Sedikit waktu yang mungkin aku miliki
Tak bisa menuangkan segala makna haru
Dengan senyum,
Yang tua meminta kasih pada yang muda
Kecup kening ini, kecup saja
Sampai restu itu mengalir dalam langkahku

Ada banyak hal yang berbeda dari Ummi. Entah berawal kapan. Saya melihatnya seperti air di dedaunan yang hendak terjun bebas. Semoga saya salah.

22/04/14

Semuanya mulai menjadi putih
Aku ragu dengan matanya saat menatapku
Garis pandangnya tak lagi lurus padaku
Tapi ada upayanya untuk tidak merintih

Belakangan, saya senang memandangi sosok Abi. Sosok sederhana yang pemikirannya selalu di luar dugaan anak-anaknya. Abi bukanlah orang yang terlahir dari keluarga yang berpendidikan tinggi, bahkan ia pun tidak menggunakan masa mudanya untuk bersenang-senang di gedung perguruan tinggi. Ia memilih banting kemudi menuju dunia kerja yang membuatnya lebih menghargai waktu.


15/01/13

Jika sampai cahaya itu mungkin tak kunjung padamu, sampai detik ini
Ia rela menjadi saksi atas cahaya-cahaya itu selama di dunia
Aku melihat mata tulusnya saat menatap sedih padaku atas bayangmu
Berikan kabar bahwa kau telah menjadi burung-burung surga di sana

16/10/12

Mereke berkata, kau menungguku di ambang daun pintu yang terbuka sedikit
Menanti kehadiranku yang baru pergi sejak malam sebelum kau terpejam
Aku meringis tersentuh kala membayangkan raut wajah senyum cerminan sakit
Aku tak sanggup membuatmu terluka dengan candaanku yang mungkin terlalu kejam

Setiap malam kau menangis tersedu-sedu dengan Al-Qur'an di pangkuanmu
Tak pernah lepas namaku di dalam do'amu yang kau panjatkan dengan sukarela
Aku selalu menunduk melihat ini sambil menyibakkan air mata, kaku
Ku tak pernah membiarkan kepalamu bersandar pada dinding yang tak hangat
Ku tak pernah ingin melihatmu berdiam uraian air mata melihatku terlelap

Baik, aku benar-benar pulang pada rumah surga kita yang sudah kokoh
Walau terkadang tetap saja aku tidak disisimu saat aku mencium keningmu
Tapi hati ini terpaut pada satu raut wajah yang terkasih dan tercinta

Dengan ini aku mulai mengerti makna dari kecupanmu sejak aku lahir di dunia
Merasa benar-benar berdosa untuk berkata "aku tak pulang ke pelukanmu malam ini"
Padahal sejujurnya aku pasti, PASTI, pulang ke pangkuanmu untuk rehat dipelukanmu

Teman Lila