18/03/12

Seniman kemarin melukis luka
Penyanyi kemarin lantunkan derita

Tapi aku adalah aku
Kemarin, hari ini, esok
Melahirkan nostalgia di sudut lorong

Rasanya?
Sebesar harapan yang tak kenal pecundang

Aku terbahak geli
Menatap batang hidungnya
Ku sadar, itulah mata hati
Dan aku percaya

Satu yang tak pernah ku ingat
Kata orang, ku bagian darinya
Tapi dia bilang, dia bukan siapa-siapa

Aku tertatih mengatakannya
Ranting pohon membuatku jatuh
Menegurku yang kurang beruntung

Ini sejarah,
Sejarah nafas sebuah logika
Aku tidak membunuh
Juga tidak menjajah

Dan lagi-lagi tawa setan itu menggema
Jika memang logika itu tak sampai padamu
Tolong,jangan paksakan semuanya

Coba tolong ingat-ingat lagi
Satu kata
Yang pernah menyatukan nafas kita

Sudah sering suaraku menggema, di langgar
Maksudku, tepatnya suara kami
Takbir itu, ya! Dentuman takbir itu!

Dakwah kami tak pernah berkhianat
Sekali kami tak pulang,
Maka debu pun enggan terluka

Aku merasa tak lucu, sayangnya
Boneka salju tak lagi menjadi penyiar

Singkatnya,
Apa artinya sebuah...
"LINGKARAN"?

29/02/12

Dia berkata setelah tahajjud
"Jangan merindukanku"
Dan kini?
Terkutuk aku dibuatnya
Malam yang kelam ini, aku merindu
Lagi

Petir kemarin membelah segala keterpurukan di matanya
Mereka yang menyukai ini hanya terdiam sambil berpaling
Aku benci keterlambatan
Lantunan peraduan air dan batu mempercepat tempo
Mereka berlari seperti dikejar bayangan ular
Matanya kini bening oleh sesuatu yang disebut iman

Mereka bertumpu pada sebuah rumah pohon
Namun aku berkata, ini bukan rumah kami
Mungkin bayangan ular itu sudah tidak mengejar mereka
Tapi kini mengejar si mata bening
Dan aku tertawa puas

Pilar-pilar desa tempat mereka mencari kebahagiaan
Sudah ambruk termakan amuk alam
Ya, mungkin alam tak suka kebahagiaan mereka

Si mata bening memohon padaku
Oh, aku begitu tersanjung
Mereka mati di tanganku

Sebentar,
Ada potongan kisah yang tertinggal

Aku sempat sendiri di atas langit
Menyaksikan mereka dan si mata bening
Seolah membuat irama kehidupan sendiri
Ironisnya, aku tak tertarik untuk merubahnya

08/01/12


Ada kalanya ketika pasang surut ombak tak lagi menerjang bebatuan
Membuat sang ombak tadi, kini tenggelam dalam butiran pasir murni
Air keruhnya berusaha mencaci dan menampar sang langit yang tak bertuan
Namun seberkas kotoran kecil membuatnya benar-benar kecewa hari ini
Asa yang bertengger dalam hatinya kini mulai rapuh terinjak waktu
Hamparan laut kesabaran dan harapan perlahan meluap dari berbagai sisi

Opera menegangkan siap untuk berpesta di malam kemenangan umatnya
Hanya saja tidak semua dapat merasakan tegangnya sebuah permainan

Aku tidak bicara soal penyakit hati yang biasa orang bicarakan
Mungkin ini hanya satu dari banyak rasa yang tak bisa diungkapkan
Alangkah baiknya jika kita bermula dari awal, pada titik 0, nol
Nantikan angka itu akan bergeser ke kanan atau bergerak ke atas
Aku bukan penggerak kalian yang menjadi alat permainan mereka
Hanya saja, aku mampu bertahan dalam bahu yang memikul banyak pesan

15/11/11


Aku membaca surat rindumu padaku

Tergelincir mataku membaca isi hatimu
Terpaku tanganku berhenti menulis namamu

Sebut saja namaku
Ku akui rasa itu sudah ada padamu
Sesungguhnya aku pun merindukanmu

Hempaskan semua lelahmu menungguku
Terimakasih menjadikanku lebih untukmu
Begitulah arti sebuah memori lemah
Aku siap memperkuatmu untuk memorimu

Pancaran angin ini sejak awal aku bersamamu
Memanjakan setiap detik dalam kenangan
Kini ku harus berdusta demi kepergianku
Membuatmu terus berada dalam lingkar harapan
Dikelilingi oleh obor-obor sang cahaya

Sempat aku memberikan janji padamu
Dan aku tetap ingat janjimu padaku
Kita akan tetap tersenyum
Walau jarak dan waktu ini
Benar-benar membuat kita tak seperti dulu
Benar begitu adanya

Hapus air matamu perlahan
Buat aku merasa nyaman dengan keikhlasanmu
Buat aku merasa sehat dalam pikiranmu
Buat aku sejatinya menjadi seseorang yang baik
Buat aku terus mencintaimu
Wahai adikku tersayang
Aku menyayangimu lebih dari rasa sayangmu

"Tak ada seorang kakak yang membiarkan adiknya menangisi kepergiannya. Tak ada seorang kakak yang mengacuhkan rasa rindu adiknya. Dan tak ada seorang kakak yang tak mencintai adiknya sendiri. Selamat untuk para adik-kakak"

Teman Lila